BOJONEGORO - Jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Bojonegoro membuat wakil Bupati Bojonegoro,Setyo Hartono prihatin. Pasalnya sejak tahun 2002 hingga pertengahan Bulan Juni tahun 2011 ini, kasus HIVAIDS di Bojonegoro mencapai 118 kasus, dengan 35 orang di antaranya meninggal dunia. Oleh karena itu Setyo berharap kasus HIV AIDS ini ditangani secara serius dengan melibatkan lintas sektoral seperti BNK (badan Narkotika Kabupaten), aparat kepolisian, tokoh agama, pemuda dan unsur lainya.
“Jumlah penderita yang terdeteksi dini sangat rendah jika dibandingkan dengan kondisi nyata yang terjadi dilapangan. Ini fenomena yang terjadi di lapangan yang memerlukan perhatian yang sangat intens dari pemerintah dan lintas
sektor lainnya,” kata Setyo Hartono.
Data Dinkes Bojonegoro menyebutkan, penderita HIV AIDS di Bojonegoro sudah terdeteksi sejak tahun 2002lalu dengan 2 orang penderita. Tahun 2004 kasus HIV AIDS bertahan 2kasus.Tahun 2005 meningkat menjadi 3 orang dan pada tahun 2006 naik 100 persen menjadi 6 orang penderita. Tahun 2007 mengalami peningkatan yang tajam mencapai 16 orang, 2008 mencapai 21 orang, 2009 turun menjadi 13 orang dan pada tahun 2010 ini kembali naik menjadi 35 orang. Sedangkan untuk tahun 2011 ini sampai dengan pertengahan bulan Juni sudah mencapai 20 orang.
“Angka sesunggunya jauh lebih kecil bila dibandingkan angka yang sebenarnya terjadi. Hanya saja berdasarkan perkiraan setiap 1 orang HIV AIDS ditemukan terdapat 100 orang terinfeksi HIV AIDS tetapi tidak atau belum terdeteksi tambah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Hariono.
“Jumlah penderita yang terdeteksi dini sangat rendah jika dibandingkan dengan kondisi nyata yang terjadi dilapangan. Ini fenomena yang terjadi di lapangan yang memerlukan perhatian yang sangat intens dari pemerintah dan lintas
sektor lainnya,” kata Setyo Hartono.
Data Dinkes Bojonegoro menyebutkan, penderita HIV AIDS di Bojonegoro sudah terdeteksi sejak tahun 2002lalu dengan 2 orang penderita. Tahun 2004 kasus HIV AIDS bertahan 2kasus.Tahun 2005 meningkat menjadi 3 orang dan pada tahun 2006 naik 100 persen menjadi 6 orang penderita. Tahun 2007 mengalami peningkatan yang tajam mencapai 16 orang, 2008 mencapai 21 orang, 2009 turun menjadi 13 orang dan pada tahun 2010 ini kembali naik menjadi 35 orang. Sedangkan untuk tahun 2011 ini sampai dengan pertengahan bulan Juni sudah mencapai 20 orang.
“Angka sesunggunya jauh lebih kecil bila dibandingkan angka yang sebenarnya terjadi. Hanya saja berdasarkan perkiraan setiap 1 orang HIV AIDS ditemukan terdapat 100 orang terinfeksi HIV AIDS tetapi tidak atau belum terdeteksi tambah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Hariono.
Source : surabayapagi.com
No comments:
Post a Comment