Bojonegoro - Setelah beberapa waktu lalu harga sapi di Bojonegoro sempat anjlok, sekarang harga sapi mulai mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan harga sapi per ekor mencapai Rp 1 juta. Kemungkinan besar salah satu penyebabnya larangan impor sapi Australia.
Berdasar data Dinas Peternakan Bojonegoro, populasi sapi potong di Bojonegoro sebanyak 184 ribu ekor, sapi perah 24 ribu ekor dan kerbau 709 ekor. Kebutuhan daging sapi di Bojonegoro mencapai 23.400 ton pertahun. sedangkan estimasi stok pertahun 39 ribu ton.
Tukiwan Yusa Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro mengatakan sejak 1,5 tahun belakangan harga sapi anjlok. Namun sekarang dengan adanya penghentian impor sapi Australia harga mulai bergerak naik.
"Sebelumnya harga sapi per ekor Rp 5 juta, dan saat ini
bisa laku Rp 6 juta per ekor. Ini menjadi kabar gembira bagi para peternak sapi di Bojonegoro dan Bojonegoro yang akan menuju swasembada daging,"imbuhnya.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sapi lokal lewat sistem pengembangbiakan. Kini telah dikembangkan lewat perkawinan dengan pejantan unggul sehingga umur dua tahun sudah bisa dipotong.
Berdasar data Dinas Peternakan Bojonegoro, populasi sapi potong di Bojonegoro sebanyak 184 ribu ekor, sapi perah 24 ribu ekor dan kerbau 709 ekor. Kebutuhan daging sapi di Bojonegoro mencapai 23.400 ton pertahun. sedangkan estimasi stok pertahun 39 ribu ton.
Tukiwan Yusa Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro mengatakan sejak 1,5 tahun belakangan harga sapi anjlok. Namun sekarang dengan adanya penghentian impor sapi Australia harga mulai bergerak naik.
"Sebelumnya harga sapi per ekor Rp 5 juta, dan saat ini
bisa laku Rp 6 juta per ekor. Ini menjadi kabar gembira bagi para peternak sapi di Bojonegoro dan Bojonegoro yang akan menuju swasembada daging,"imbuhnya.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sapi lokal lewat sistem pengembangbiakan. Kini telah dikembangkan lewat perkawinan dengan pejantan unggul sehingga umur dua tahun sudah bisa dipotong.
Source: Beritajatim.com

No comments:
Post a Comment